Proyek Pedestrian Rp2,8 Miliar di Jalan Ahmad Juhdi Kota Serang Dapat Sorotan Tim Investigasi

Proyek pedestrian di Jalan Ahmad Juhdi, yang terletak di Kota Baru, Kecamatan Serang, kini tengah menjadi pusat perhatian. Dengan anggaran yang dialokasikan dari APBD Tahun 2026 sebesar Rp2.883.260.000, proyek ini di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang. Namun, tim investigasi menemukan sejumlah kejanggalan yang mencolok saat melaksanakan pemeriksaan lapangan pada Senin, 1 Juni 2026. Temuan ini memunculkan pertanyaan besar tentang transparansi dan kualitas pelaksanaan proyek ini.
Kejanggalan di Lokasi Proyek
Setelah melakukan peninjauan langsung di lokasi, tim investigasi mencatat beberapa masalah serius. Salah satunya adalah tidak adanya papan pengaman yang dipasang di sepanjang area proyek. Padahal, kedalaman galian yang cukup signifikan dapat membahayakan warga yang melintas. Selain itu, saluran milik provinsi tampak lebih tinggi daripada saluran yang ada di Jalan Ahmad Juhdi. Kejanggalan lain yang ditemukan adalah pemasangan u-ditch yang tidak menggunakan alas pondasi sesuai dengan standar yang berlaku.
Respon Pihak Teknis
Ketika tim investigasi mencoba mengkonfirmasi dengan bagian teknis proyek, mereka memberikan penjelasan yang dianggap kurang logis. Pihak teknis menyatakan bahwa lokasi sudah diperiksa dan airnya tidak mengalir. Namun, saat penggalian berlangsung, debit air justru terlihat deras. Hal ini menambah keraguan terhadap klaim yang diberikan oleh pihak proyek.
Keselamatan Warga Terabaikan
Keamanan masyarakat tampaknya menjadi hal yang diabaikan dalam proyek ini. Tidak ada papan peringatan yang dipasang untuk mengingatkan warga agar tidak terperosok ke dalam lubang galian. Hal ini jelas menunjukkan kurangnya perhatian terhadap keselamatan publik, yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap proyek konstruksi.
Upaya Bertemu dengan Pimpinan Proyek
Tim investigasi berupaya untuk bertemu dengan pimpinan proyek, Purwanto, yang merupakan perwakilan dari CV Cahaya Purnama Abadi. Saat ditanya, pihak teknis menyatakan bahwa Purwanto akan segera tiba. Namun, setelah menunggu cukup lama, pimpinan proyek yang dijanjikan tidak kunjung datang. Ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen dan tanggung jawab pihak pengelola.
Penundaan dan Ketidakjelasan
Bagian teknis sempat berusaha untuk membuktikan bahwa pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dengan rencana untuk membawa alat ukur. Mereka bahkan menghubungi rekan mereka, Agung, untuk membawakan alat ukur tersebut. Sayangnya, Agung juga tidak muncul di lokasi proyek. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pihak teknis tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai terkait temuan di lapangan.
Indikasi Ketidakmampuan Pihak Proyek
Dengan sikap yang terus-menerus menunda-nunda, tim investigasi menduga bahwa pihak teknis tidak siap untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Penundaan ini tampaknya hanya untuk menghindari klarifikasi yang seharusnya mereka lakukan. Sikap ini sangat mencemaskan, mengingat proyek ini menggunakan dana publik yang seharusnya dikelola dengan transparan dan akuntabel.
Harapan Masyarakat
Sampai berita ini ditulis, pihak CV Cahaya Purnama Abadi belum memberikan keterangan resmi terkait masalah yang dihadapi. Sementara itu, warga yang tinggal di sepanjang Jalan Ahmad Juhdi berharap agar proyek ini segera diperbaiki. Mereka juga meminta agar langkah-langkah keamanan dipasang untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan di area tersebut.
Permintaan Tindakan dari Dinas PUPR
Tim investigasi mendesak Dinas PUPR Kota Serang untuk mengambil tindakan tegas terhadap CV Cahaya Purnama Abadi jika terbukti tidak menjalankan proyek sesuai dengan rekomendasi teknis yang telah ditetapkan. Jika perlu, perusahaan ini harus di-blacklist dari pengadaan proyek di seluruh Provinsi Banten untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan.
Keberlanjutan Proyek dan Tanggung Jawab
Penting untuk diingat bahwa proyek pedestrian yang dilaksanakan di Kota Serang bukan hanya sekedar pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab sosial. Proyek ini seharusnya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan saat beraktivitas. Jika berbagai masalah ini tidak segera ditangani, maka akan ada dampak yang lebih besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pelaksana proyek.
Memastikan Kualitas Pekerjaan
Agar proyek pedestrian di Kota Serang dapat memenuhi harapan masyarakat, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk memastikan bahwa kualitas pekerjaan terjaga. Ini mencakup pemenuhan standar teknis, keamanan, serta transparansi dalam penggunaan anggaran. Komitmen terhadap kualitas ini adalah langkah awal untuk mewujudkan infrastruktur yang dapat diandalkan dan bermanfaat bagi semua.
Peran Masyarakat dalam Pengawasan
Selain peran pemerintah dan pihak pelaksana, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam mengawasi jalannya proyek ini. Dengan partisipasi aktif, masyarakat dapat memberikan masukan dan melaporkan masalah yang muncul. Hal ini akan semakin memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan anggaran publik.
Kesadaran Masyarakat Akan Infrastruktur
Keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan infrastruktur sangat penting, karena dapat mendorong pelaksana proyek untuk lebih bertanggung jawab. Kesadaran ini juga dapat meningkatkan kualitas infrastruktur yang dibangun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Membangun Kepercayaan Melalui Transparansi
Transparansi dalam pengelolaan proyek publik adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dengan memberikan informasi yang jelas dan terbuka mengenai pelaksanaan proyek, masyarakat akan merasa lebih terlibat dan mempercayai pemerintah serta pihak pelaksana. Hal ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua.
Urgensi Tindakan Segera
Melihat kondisi saat ini, tindakan segera diperlukan untuk memperbaiki berbagai kejanggalan yang telah ditemukan. Dinas PUPR dan pihak terkait harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar proyek pedestrian ini dapat berjalan sesuai harapan. Keterlambatan dalam menangani masalah ini hanya akan menambah ketidakpuasan masyarakat dan memperburuk citra proyek.
Masa Depan Proyek Pedestrian di Kota Serang
Keberhasilan proyek pedestrian di Jalan Ahmad Juhdi tidak hanya tergantung pada pelaksanaan yang baik tetapi juga pada komitmen semua pihak untuk menjaga kualitas dan keamanan. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan proyek ini dapat memberi dampak positif dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
Proyek pedestrian ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Kota Serang. Namun, berbagai kejanggalan yang ditemukan menunjukkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa proyek ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat sangatlah penting dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
